Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Jenis-Jenis Usaha Ekonomi Di Masyarakat Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Learning Teknik Kunjung Lapangan


Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Jenis-Jenis Usaha Ekonomi  Di Masyarakat Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Learning  Teknik Kunjung Lapangan Pada Pembelajaran IPS Pada Kelas V  SDN 2 Tridharma Kec. Pulubala“ Suatu penelitian Tindakan Kelas, SKRIPSI, Gorontalo, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar, Program PJJ S1 PGSD, Universitas Negeri Gorontalo, 2010.

            Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah dengan model Pembelajaran kooperatif learning dengan teknik kunjung lapangan pemahaman siswa tentang Jenis-Jenis Usaha Ekonomi di masyarakat pada siswa kelas V di SDN 2 Tridharma Kecamatan. Pulubala Kabupaten Gorontalo dapat ditingkatkan. Adapun tujuan penelitian adalah untuk untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis usaha ekonomi di masyarakat menggunakan model Pembelajaran Cooperative learning dengan teknik kunjung lapangan pada siswa kelas V di SDN 2 Tridharma Kecamatan. Pulubala Kabupaten Gorontalo.

             Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan belajar siswa dan melalui hasil kerja siswa. Sementara teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif.

            Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat dikemukakan beberapa kesimpulan yakni secara umum penggunaan model pembelajaran kooperati learning teknik kunjung lapangan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis usaha ekonomi di masyarakat.

            Tingkat pemahaman siswa secara umum mengalami peningkatan dari kegiatan siklus demi siklus yang dilaksanakan dalam penelitian.Hal ini terlihat pada siklus I, bahwa dari 5 aspek yang dinilai dalam pemahaman siswa secara keseluruhan hanya mencapai rata-rata 66 %. Setelah diadakan refleksi dan perbaikan pembelajaran pada siklus II, pemahaman siswa meningkat sebesar 89%. Dengan pengertian siklus I ke siklus II mencapai indikator yang telah ditetapkan.

Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif learning teknik kunjung lapangan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis usaha ekonomi di masyarakat menunjukan keberhasilan sesuai indikator yang diharapkan.




BAB I


PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Pembangunan di bidang pendidikan sebagai salah satu bagian dari pembangunan Nasional, perlu diwujudkan guna peningkatan dan kemajuan sektor pendidikan. Merosotnya kualitas pendidikan banyak mendapat sorotan dari masyarakat, peserta lulusan kependidikan, para pendidik dan pemerintah. Oleh karena itu pemerintah berupaya semaksimal mungkin mengadakan perbaikan dan penyempurnaan di bidang pendidikan. Sebagai langkah antisipasi, maka pendidikan banyak diarahkan pada penataan proses belajar, penggunaan dan pemilihan media belajar secara tepat. Kesemuanya dimaksudkan untuk pencapaian hasil belajar semaksimal mungkin.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu pertanda bahwa seorang telah belajar adalah perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).

 
Perubahan tersebut hendaknya terjadi sebagai akibat interaksi dengan lingkungannya melalui proses belajar mengajar. Dimana guru memberikan satu-satunya sumber belajar, walaupun tugas, peranan dan fungsinya dalam proses belajar sangatlah penting.
Melihat sedemikian kompleksnya masalah proses belajar dan peran guru, maka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam proses belajar mengajar perlu dikembangkan iklim kandusif yang dapat menumbuhkan sikap dan prilaku belajar secara wajar. Untuk itu pembelajaran dengan menggunakan media, khususnya media gambar dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk hal tersebut.
Dalam Kurikulum Pendidikan Dasar tahun 2001 dicanangkan fungsi dan tujuan ilmu sosial antara lain mengembangkan nilai dan sikap serta keterampilan sosial siswa untuk dapat menelaah kehidupan sosial yang dihadapi sehari - hari serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini.
Tentunya dengan materi yang disesuaikan dengan dunia anak yang memandang dirinya sebagai pusat lingkungan yang merupakan suatu keseluruhan dengan pemaknaan secara holistik yang berangkat dari hal yang bersifat konkrit.
Untuk itu guru harus kreatif dalam mendesain metode pembelajaran yang disenangi dan bermakna bagi siswa sehingga siswa dapal menghubungkan konsep yang dipelajarinya dengan dunia anak dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Penanaman sikap atau sikap mental yang baik melalui pengajaran IPS, tidak dapat dilepaskan dari mengajarkan nilai dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Dengan kata lain , strategi pengajaran nilai dan sistem nilai pada IPS bertujuan untuk membina dan mengembangkan sikap mental yang baik. Materi dan pokok bahasan pada pengajaran IPS dengan menggunakan berbagai metode (multi metode), digunakan untuk membina penghayatan, kesadaran, dan pemilikan nilai-nilai yang baik pada diri siswa. Dengan terbinanya nilai-nilai secara baik dan terarah pada mereka, sikap mentalnya juga akan menjadi positif terhadap rangsangan dari lingkungannya, sehingga tingkah laku dan tindakannya tidak menyimpang dari nilai-nilai yang luhur. Dengan demikian tingkah laku dan tindakannya tadi selalu akan dilandasi oleh tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan terhadap lingkungannya. Penanaman nilai dan sikap pada pengajaran IPS hendaknya dipersiapkan dan dirancang berkesinambungan dengan penekanan pada setiap tingkat yang berbeda. Semakin tinggi jenjangnya semakin besar unsur pemahaman dan pertanggungjawabannya.
Pengajaran IPS dilaksanakan dalam waktu yang terbatas, sehingga tidak mungkin dapat memperkenalkan seluruh nilai- nilai kehidupan manusia kepada siswa. Oleh karena itu nilai-nilai yang akan ditanamkan kepada siswa merupakan nilai-nilai yang pokok dan mendasar bagi kehidupan manusia. Sikap dan tingkah laku yang berlaku umum, yang lebih mengembangkan nilai kemanusiaan dan mengembangkan kesatuan sebagai warga masyarakat perlu mendapatkan tekanan.
Berdasarkan pengamatan pada proses pembelajaran IPS tentang jenis-jenis usaha ekonomi di kelas V  SDN 2 Tridharma Kecamatan Pulubala, guru masih berorientasi pada siswa yang dijadikan objek bukan sebagai subjek dalam pembelajaran. Sehingga guru dalam proses ini mendominasi aktivitas belajar sedangkan siswa hanya menerima informasi dari guru secara pasif.
Keterlibatan siswa dalam proses belajar tentang jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat hanya sekadar mendengarkan dan bertanya apabila tulisarn atau suara guru kurang terdengar, tanpa dapat dengan aktif ikut mengembangkan materi yang didapatnya di sekolah dan menghubungkan materi tersebut dengan apa yang dilihat sehari-hari menyangkut jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas, proses pembelajaran selama ini ternyata telah berpengaruh pada kurangnya pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS terutama pada materi jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat, sehingga hasil belajar siswa pun ikut menurun. Sehingga penenliti tertarik untuk melakukan peningkatan pemahaman siswa pada materi tersebut dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif learning teknik kunjung lapangan. Model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa sehingga indikator keberhasilan dapat tercapai sesuai yang diharapkan dalam penelitian ini.

1.2.            Identifikasi Masalah
            Berdasarkan analisis situasi baik kondisi maupun proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tentang jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat selama ini maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut :
1.2.1        Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tidak sesuai dengan tingkat perkembangan dan konteks kehidupan anak.
1.2.2        Metode pembelajaran yang digunakan belum optimal dan kurang sesuai dengan materi yang diajarkankhususnya pada materi jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat.
1.2.3        Pemahaman belajar siswa masih rendah tentang jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat.
1.2.4        Siswa cenderung statis dan kurang memahami penjelasan guru dengan menggunakan metode ceramah.

1.3.            Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian latar belakang sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Apakah dengan model Pembelajaran Kooperatif learning dengan teknik kunjung lapangan pemahaman siswa tentang Jenis-Jenis Usaha Ekonomi di masyarakat pada siswa kelas V di SDN 2 Tridharma Kecamatan. Pulubala Kabupaten Gorontalo dapat ditingkatkan

1.4.            Cara Pemecahan Masalah
Permasalahan rendahnya pemahaman belajar siswa di kelas V di SDN 2 Tridharma Kecamatan. Pulubala Kabupaten Gorontalo perlu segera dicarikan solusinya guna peningkatan pemahaman siswa, demikian pula guru perlu melakukan refleksi atas kinerjanya selama perolehan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS yang masih rendah..
Berdasarkan hasil identifikasi masalah tersebut, maka ditempuh upaya pemecahan masalah sebagai berikut: .
1.4.1.       Mempersiapkan penyajian bahan ajar  yang sesuai dengan materi.
1.4.2.       Menggunakan metode pembelajaran kooperatif teknik kunjung lapangan.
1.4.3.       Membagi siswa dalam tiap-tiap kelompok untuk melakukan kunjung lapangan pada jenis-jenis usaha ekonomi yang dimiliki masyarakat baik itu di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

1.5.            Tujuan Penelitian
            Adapun tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis usaha ekonomi di masyarakat menggunakan model Pembelajaran kooperatif learning dengan teknik kunjung lapangan pada siswa kelas V di SDN 2 Tridharma Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo.

1.6.            Manfaat Penelitian
Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberi manfaat baik sekolah, peneliti maupun peserta didik.
1.6.1.      Bagi sekolah, penelitian ini dapat menjadi masukan untuk meningkatkan hasil belajar yang dicapai dalam pelaksanaan proses belajar mengajar yang telah di selenggarakan selama ini terutama dalam pembelajaran siswa tentang materi sumber daya alam yang dapat diperbaharui pada mata pelajaran IPS.
1.6.2.      Peserta didik, penelitian ini dapat membantu mereka dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
1.6.3.      Bagi sekolah diharapkan memberikan kontribusi dalam usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktek pembelajaran di sekolah.
Read more

Pentingnya bimbingan dan penyuluhan di sekolah


Pentingnya bimbingan dan penyuluhan di sekolah menengah pada saat ini sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memerlukan tenaga pembimbing yang professional. Di mana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajar, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing.
Di antara pertimbangan pokok yang mendasari pembahasan tersebut adalah persoalan ini merupakan persoalan esensial. Sebab terletak di tangan pembimbing kemungkinan berhasil atau tidak pencapaian belajar. Oleh karena itu perlu dilihat bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa.
Membahas tentang peranan bimbingan dan penyuluhan sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar dalam proses antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Secara definitif bimbingan dan penyuluhan adalah orang yang pekerjaannya  mengajar dan mendidik serta sebagai pembimbing, sedangkan siswa atau anak adalah yang sedang belajar.
Berasarkan hal tersebut di atas, pembahasan skripsi ini adalah tentang peranan bimbingan  dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa MTs. Wali Songo. Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan  kesulitan berlajar siswa MTs. Wali Songo
Sedangkan yang menjadi sub pokok permasalahan ini adalah tentang bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam peanggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan yang bersifat preventif dan bimbingan yang bersifat kuraitif di MTs. Wali Songo.
Penelitian di lapangan dijadikan bahan masukkan untuk mengetahui situasi yang sebenarnya dan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan di MTs. Wali Songo.
Dari hasil penelitian  lapangan diperoleh kesimpulan bahwa peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penaggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan baik bimbingan yang bersifat preventif maupun yang bersifat kuratif  adalah cukup atau sedang, hal ini nampak pada aktifitas bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di MTs. Wali Songo
Demikian abstrak skripsi ini, yang setidaknya akan dapat memberikan gambaran umum tentang isi dari skripsi ini secara keseluruhan.
Read more

Contoh surat lamaran kerja


Contoh Surat Lamaran Kerja : Programmer


Kapada Yth,
Bapak Kepala Bagian Personalia
PT. Batavia Komputindo
Jl. Mekar Sari 12
Jakarta Barat

Dengan hormat,

Saya sangat tertarik dengan iklan Bapak dalam terbitan harian Media Indonesia terbitan hari Sabtu, 6 Januari 2007 mengenai adanya lowongan untuk jabatan Computer Programmer. Maka, bersama surat ini saya mengajukan diri untuk mengisi lowongan tersebut.


Saya berusia 23 tahun, dan telah menyelesaikan kuliah jurusan Computer Programming di Akademi Komputer (AKAKOM), Jakarta pada bulan September 2006, dengan IPK 3.21. Selain kuliah, selama 1 tahun terakhir saya bekerja sebagai asisten instruktur di Pusat Kursus Komputer ‘Arcadia’, Jakarta.

Untuk keterangan lebih terperinci, bersama ini saya lampirkan juga surat keterangan pengalaman kerja, surat tanda kelulusan sementara dari AKAKOM Jakarta, daftar riwayat hidup singkat, dan foto terbaru saya.

Saya berkeyakinan bahwa surat ini beserta lampirannya belum cukup untuk dijadikan bahan pertimbangan. Oleh karena itu, saya berharap Bapak akan memberikan suatu kesempatan wawancara kepada saya, sehingga dapat diperoleh keterangan mengenai diri saya secara lebih terperinci dan lengkap.

Hormat saya,


Utuh Paluy Liwar Bungasnya

Read more

Pengaruh Perhatian Orangtua Terhadap Minat dan Prestasi Belajar Siswa

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Keluarga mempunyai peranan dan tanggungjawab utama atas perawatan dan perlindungan anak sejak bayi hingga remaja. Pengenalan anak kepada kebudayaan, pendidikan, nilai dan norma-norma kehidupan bermasyarakat dimulai dalam lingkungan keluarga.
Untuk perkembangan kepribadian anak-anak yang sempurna dan serasi, mereka harus tumbuh dalam lingkungan keluarga dalam suatu iklim kebahagiaan, penuh kasih saying dan pengertian.
Menurut Siti Partini ( 1977 : 11 )
Keluarga adalah sekelompok manusia yang terdiri atas suami, istri, anak-anak ( bila ada ) yang terikat atau didahului dengan perkawinan.

Keluarga Merupakan lembaga sosial yang paling kecil, yang terdiri atas ayah, ibu dan anak. Dari beberapa fungsi keluarga salah satunya adalah memberikan pendidikan yang terbaik yakni pendidikan yang mencakup pengembangan potensi-potensi yang dimiliki oleh anak-anak, yaitu : Potensi fisik, potensi nalar, dan potensi nurani / qalbu (Muhammad Tholchah Hasan 1990 : 39).
Dengan pendidikan yang utuh tersebut akan mengembangkan kualitas kepribadian anak dan mampu mengaktualisasikan potensi-potensi dirinya secara menyeluruh. Dan kualitas sumberdaya manusia ( SDM ) yang demikian sebenarnya yang dibutuhkan sekarang dan masa datang, yakni kualitas sumberdaya manusia yang meliputi  ; kreatifitas yang kuat, produktifitas yang tinggi, kepribadian yang tangguh, kesadaran sosial  yang besar, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ( Muhammad Tholchah Hasan 1990 : 43 ).
Siswa Sekolah Menengah Atas ( SMA ) sebagai salah satu unsur sumberdaya manusia yang potensial sangat diperlukan dalam rangka mencapai kemajuan bangsa, “Di Indonesia, pendidikan diarahkan pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya sebagai warga Negara yang pancasila “.
Pada dasarnya, proses pendidikan dapat terjadi dalam banyak situasi sosial yang menjadi ruang lingkup kehidupan manusia. Secara garis besar proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan pendidikan yang terkenal dengan sebutan : Tri Logi Pendidikan, yaitu Pendidikan di dalam Keluarga ( Pendidikan Informal ), Pendidikan di dalam Sekolah ( Pendidikan Formal ), dan Pendidikan di dalam Masyarakat ( Pendidikan Non Formal ).
Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan kodrati. Apalagi setelah anak lahir, pengenalan diantara orang tua dan anak-anaknya yang diliputi rasa cinta kasih, ketentraman dan kedamaian. Anak-anak akan berkembang kearah kedewasaan dengan wajar di dalam lingkungan keluarga segala sikap dan tingkah laku kedua orang tuanya sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, karena ayah dan ibu merupakan pendidik dalam kehidupan yang nyata dan pertama sehingga sikap dan tingkah laku orang tua akan diamati oleh anak baik disengaja maupun tidak disengaja sebagai pengalaman bagi anak yang akan mempengaruhi pendidikan selanjutnya.
Maka, keluarga yang baik di dalamnya akan terjadi interaksi diantara para anggotanya. Sebagaimana dikemukakan oleh St. Vembriarto ( 1978 : 35 ) :
Bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar yaitu suatu proses akomodasi dengan mana individu memohon, menahan, mengubah impuls-impuls dalam dirinya dan mengambil oper cara hidup atau kebudayaan masyarakat.

Komunikasi, istilah ini berasal dari bahasa Inggris yaitu Communication, yang berarti “memberitahukan”, berpartisipasi, kabar”. ( Poerwadarminto WJS dkk, 1980 : 28 ). Sedangkan Menurut A.G. Lunandi
Komunikasi adalah suatu kegiatan terus menerus yang dilakukan orang untuk saling berhubungan dengan orang lain, khususnya pada waktu berhadapan muka. (

Komunikasi orang tua dengan anak memegang peranan penting dalam membina hubungan keduanya, hal ini dapat dilihat dengan nyata, misalnya : membimbing, membantu mengarahkan, menyayangi, menasehati, mengecam, mengomando, mendikte, dan lain sebagainya.
Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan, sebaliknya orang tua yang dapat menerima anaknya sebagaimana adanya, maka si anak cenderung dapat tumbuh, berkembang, membuat perubahan-perubahan yang membangun, belajar memecahkan masalah-masalah, dan secara psikologis semakin sehat, semakin produktif, kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi sepenuhnya.
Sesuai dengan judul penelitian penulis, dalam pembahasan berikutnya penulis akan memusatkan diri pada pembahasan tentang pendidikan di dalam sekolah atau pendidikan Formal.
Pendidikan di sekolah merupakan kelanjutan dari pendidikan dalam keluarga. Sedangkan menurut Winkel (1983 :   ) Pendidikan di sekolah diartikan : “Proses Kegiatan terencana dan terorganisir, yang terdiri atas kegiatan mengajar dan belajar”.
Pendidikan di sekolah merupakan intesifikasi dan modifikasi dasar-dasar Kepribadian dan pola-pola sikap anak yang dipelajarinya di rumah. Artinya memperkuat dasar-dasar dan pola-pola sikap anak yang positif dan mengubah dasar-dasar kepribadian dan pola-pola sikap anak yang negatip yang dipelajari dilua sekolah.
Tugas pokok SMP dan SMA adalah mendidik dalam arti luas. Sedangkan fungsi pokok SMP dan SMA adalah dalam arti mengajar, melatih dan mendidik dalam arti sempit.
Mendidik dalam arti luas yang merupakan tugas pokok sekolah adalah dalam rangka menciptakan kesempatan yang seluas-luas bagi siswa untuk mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sesuai dengan potensi dan lingkungannya disamping memberikan latihan mengenai : akhlak, dan kecerdasan seseorang.
Disamping tugas pokok sekolah tersebut diatas, maka dapat dijelaskan pula tentang tujuan institusional SMA sebagai lembaga pendidikan formal tingkat atas, sesuai dengan fungsi SMA dalam rangka keseluruhan pendidikan, yaitu :
1.      Menjadikan para siswa untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya, sebagai warga negara yang Pancasila
2.      Memberikan bekal kemampuan yang diperlukan bagi siswa-siswa yang akan melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi.
3.      Memberikan bekal kemampuan bagi siswa yang akan terjun ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA. ( Depdikbud, 1984 : 7 )

Pencapaian tujuan institusional SMA sesuai dengan fungsinya dalam rangka keseluruhan proses pendidika pada khususnya dala salah satu tugas sekolah sebagai lembaga pendidikan formal pada umumnya tidaklah mudah.
Disepanjang tahun, khususnya pada tahun ajaran baru, mutu pendidikan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pendidikan secara umum disegala jenjang pendidikan formal, termasuk SMA sering dipermasalahkan.Permasalahan ini seringkali dikaitankan dengan adanya kecenderungan merosotnya minat belajar dan prestasi belajar yang dicapai siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siwa tentunya beraneka ragam, tetapi secara garis besar ada dua faktor yaitu “Faktor-faktor pada pihak siswa dan Faktor-faktor diluar siswa” ( Winkel :          )
Menurut Crow and Crow yang dikutip oleh Johny Killis ( 1988 : 26 ) Ada tiga factor yang menimbulkan minat yaitu : Faktor yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri, faktor motif sosial dan faktor emosional yang ketiganya mendorong timbulnya minat.
Pendapat tersebut sejalan yang dikemukakan Sudarsono, Faktof-faktor yang meimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut ;
1).    Faktor kebutuhan dari dalam
      Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan.
2).    Faktor motif sosial
      Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari lingkungan dimana ia berada
3).    Faktor emosional
      Faktor yang merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terdapat suatu kegiatan / objek tertentu ( 1980 : 12 )

Jadi berdasarkan dua pendaat diatas faktor yang meimbulkan minat, dalam hal ini minat untuk belajar ada tiga yaitu ; dorongaan dari diri individu, dorongan sosial dan dorongan emosional. Timbulnya minat untuk belajar pada individu berasal dari dalam diri individu, kemudian individu mengadakan interaksi dengan lingkungan yang menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional, juga adanya pengaruh pola asuh orang tua.
Karena hasil belajar yang baik dipengaruhi oleh minat dalam belajr, perhatian orang tua, maka keduanya menjadi perlu untuk dibahas dan diteliti. Hal ini dikemukakan oleh Dakir :
Perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang didalam maupun yang ada diluar ( 1993 : 114 )

Dengan demikian seseorang yang mempunyai perhatian dan hubungan yang baik ( bukan broken home ), cenderung mempunyai kesanggupan yang lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, memecahkan problem-problem yang dihadapi secara cepat dan tepat, termasuk problem-peoblem dalam rangka meraih prestasi yang optimal.
Uraian tersebut diatas mendorong penulis untuk mengadakan penelitian tentang Pengaruh Perhatian Orang tua dan Minat belajar dengan Prestasi Belajar siswa dalam bentuk Karangan Ilmiah dengan :
1.      Tema                        :  Prestasi Belajar
2.      Aspek Masalah         :  Pengaruh Perhatian Orang Tua, minat
3.      Judul                        :  Pengaruh Perhatian Orang tua dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa
                                          ( Penelitian yang dikhususkan pada Prestasi Belajar pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2004 / 2005 )
B.     Identifikasi Masalah
Alasan-alasan yang mendorong penulis untuk memilih judul penelitian diatas maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
1.      Adanya kecenderungan menurunnya prestasi belajar yang dicapai siswa-siswa di segala jenjang pendidikan formal yang ada di Indonesia termasuk SMA sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganannya.
2.      Salah satu penanganannya adalah perlunya mencari latar belakang masalah tersebut.
3.      Salah satu indicator yang menyebabkan prestasi belajar siswa menurun adalah pengaruh perhatian orang tua, yang kurang baik.
4.      Disisi lain diagnosa minat belajar didalam dunia pendidikan dirasa cukup penting dan perlu untuk dibahas dan diteliti. Karena Minat Belajar mempunyai hubungan yang cukup tinggi dengan hasil prestasi belajar siswa.
5.      Bahwa hasil prestasi belajar siswa dalam suatu lembaga pendidikan formal merupakan hal yang sangat pokok untuk diperhatikan, karena dengan mengetahui prestasi belajar siswa kita akan mengetahui pula efektifitas proses belajar dan mengajar yang berlangsung di sekolah.

C.    Batasan Masalah
Untuk memperjelas pengertian yang terkadang dalam Judul penelitian diatas, maka akan penulis kemukakan arti daripada judul penelitian tersebut, dengan maksud memberi gambaran secara jelas dan tidak terjadi salah tafsir terhadapjudul penelitian tersebut. Adapun penjelasan judul yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.      Pengaruh, yang dimaksud disini mempunyai arti yang sama dengan “Hubungan atau Korelasi” ( Sutrisno Hadi, 1977 : 20 ). Pengaruh disini diartikan mempunyai hubungan yang timbal balik antara dua variabel atau lebih. Sedangkan yang dimaksud hubungan timbal balik adalah hubungan dimana satu variabel dapat menjadi sebab akibat dari variabel lainnya.
2.      Perhatian
Menurut Dakir ( 1993 : 114 ) : “Perhatian adalah Keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang di dalam maupun yang ada di luar.
Sedangkan yang dimaksud dengan perhatian dalam penelitian ini adalah Kecenderungan atau Keaktifan perhatian orang tua yang dikerahkan, untuk memberikan motivasi atau dorongan yang positif terhadap anaknya dalam usaha mencapai prestasi belajar yang optimal
3.      Minat Belajar
Minat adalah Kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek (  Sumadi Suryabrata, 1988 : 109 )
Sedangkan pengertian Belajar adalah proses mental yang mengarah kepada penguasaan pengetahuan, kecakapan, skill, kebiasaan atau sukap yang semuanya diperoleh, disimpan, dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif ( Winkel, 1983 : 92 )
Sedangkan yang penulis maksudkan dengan minat Belajar disini, adalah suatu kemampuan umum yang dimiliki siswa untuk mencapai prestasi yang optimal yang dapat ditunjukkan dengan kegiatan belajar.
4.      Prestasi Belajar
Prestasi Belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapatmencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu ( Sutartinah Tirtonegoro, 1984 : 14 )
Sedangkan yang penulis maksudkan dengan prestasi belajar disini adalah hasil dari pengukuran serta penilaian hasil usaha belajar siswa dalam satu semester untuk semua bidang studi kelompok pilihan program. Indikasi hasil belajar yang akan digunakan adalah angka hasil tes prestasi belajar semester genap tahun pelajaran 2004/2005.
Anak judul yang berbunyi Penelitian yang dikhususkan pada Prestasi belajar pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabuaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2004/2005 mempunyai maksud bahwa penelitian tentang pengaruh perhatian orang tuan dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa dikhususkan pada siswa SMA PGRI 2 Kajen yang duduk di kelas II pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam, untuk mendalam mata pelajaran Fisika, Biologi, Kimia dan Matematika sebagai pilihan progran yang diambil.

D.    Rumusan Masalah
Dalam latar belakang telah dijelaskan tentang pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa. Dari masalah-masalah yang ada dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Apakah ada hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa
2.      Apakah benar ada hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa
3.      Apakah benar ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa.
E.     Tujuan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis mempunyai tujuan yang hendak dicapai yaitu :
1.      Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa
2.      Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa
3.      Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa.

F.     Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Manfaat Teoritis
a.       Untuk menambah perbendaharaan penelitian dalam dunia pendidikan, khususnya dalam Karya tulis ilmiah dalam rangka mengembangkan khasanah ilmiah
b.      Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengadakan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam
c.       Sebagai pengembang disiplin ilmu kearah berbagai spesifikasi
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi pengelola pendidikan menengah khususnya SMA : memberikan masukan di dalam memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk meningkatkan prestasi belajar.
b.      Bagi siswa-siswa SMA :
1).    Memberi pengetahuan bahwa perhatian orang tua, minat belajar sangat membantu dalam meningkatkan prestasi belajar di sekolah
2).    Memberikan pengetahuan bahwa bantuan orang tua, guru sangat mendukung dalam memperbesar minat belajar
3).    Memberikan pengetahuan bahwa besarnya perhatian orang tua,minat belajar sangat berpengaruh dalam mencapai dan meningkatkan dalam meraih prestasi belajar.
G.    Batasan Istilah
1. Perhatian orang tua adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu agar dapat memilih, menyiapkan, menyesuikan dan menetapkan dirinya dalam belajar sesuai dengan keadaan dirinya.
2.      Minat Belajar adalah suatu kecenderungan yang mengandung perhatian, rasa senang, harapan dan pengalaman untuk melakukan suatu kegiatan belajar
3.      Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian hasil usaha belajar siswa dan bertujuan untuk mencapai suatu keadaan yang lebih memuaskan dari sebelumnya.


Read more